Pada hari Minggu 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah untuk mengurangi dampak virus Korona. Presiden mengatakan “Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah.” Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pencegahan virus korona. Hal ini direspons oleh berbagai kepala daerah, rektor-rektor kampus, yayasan, perusahaan, danContinue reading “Virus Korona dan Waktu Senggang”
Author Archives: jejenjae
Agus Batre
Kampung Di kampung tempat saya tumbuh, nama memiliki arti tersendiri bagi para warga. Tentu saja setiap orang memiliki nama: nama pemberian orangtua atau nama di KTP dan KK. Namun, ternyata nama yang diberikan orangtua atau nama resmi di KK dan KTP tidak cukup, ada nama panggilan teman yang kemudian menjadi nama populer bagi siapa punContinue reading “Agus Batre”
Melihat Cihampelas
Cihampelas Ketika masih kecil, saya dan saudara sering diajak ayah berkeliling Bandung. Di perjalanan, biasanya ayah menceritakan tentang tempat-tempat yang kami kunjungi. Saya tentu merasa senang. Dari sana saya tahu berbagai tempat di Bandung. Di mobil biasanya saya duduk di kursi depan karena di sana saya dapat melihat pemandangan dengan leluasa dibandingkan di kursi belakang.Continue reading “Melihat Cihampelas”
Iklan Politik dan Ruang Publik
Iklan Politik Pilkada masih lama, tetapi bisa kita lihat wajah-wajah asing dengan senyum, sapa, dan berbagai moto atau visi misi untuk menjadi kepala daerah sudah bertebaran di mana-mana. Tiba-tiba saja kita disuguhi pemandangan orang-orang yang “mengaku” dengan kita dan mendeklarasikan diri untuk menjadi pemimpin kita. Ini fenomena apa? Kota adalah sebuah ruang yang di dalamnyaContinue reading “Iklan Politik dan Ruang Publik”
Kepercayaan
Pindah Saya tumbuh besar di rumah orang tua, Kampung Sinom di Jatihandap, Cicaheum, Bandung. Ayah membeli rumah di sana pada tahun 1990. Pada tahun yang sama kami pindah dari rumah sebelumnya di Cijerah. Pada saat pindah ke sana, suasana di sana masih sangat kampung walaupun terletak di Kodya Bandung. Jalanan tanah merah yang belum disentuhContinue reading “Kepercayaan”
Unggah Adat
Seorang teman, peneliti dari Amerika, datang ke Bandung beberapa tahun lalu. Di Bandung, ia berencana tinggal beberapa bulan dan akan melakukan penelitian beberapa bulan berikutnya di Pulau Komodo. Di Bandung, ia akan belajar bahasa Indonesia, kebetulan saya menjadi pengajarnya. Ketika pertama kali ia sampai ke Indonesia, ia langsung merasa stres. Ia terkejut dengan keadaan diContinue reading “Unggah Adat”
Berlindung di Balik Bahasa
Dalam beberapa tahun belakang, berbagai kasus korupsi diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemberitaan mengenai kabar ini lantas menghiasi layar televisi, mengisi saluran radio, tampil di media cetak, dan daring. Salah satu yang terbesar adalah kasus korupsi KTP elektronik yang melibatkan banyak nama besar, termasuk Ketua DPR Setya Novanto. Jika diperhatikan, ada yang menarik dari berbagaiContinue reading “Berlindung di Balik Bahasa”
Melihat Kerumunan
Kerumunan Sabtu kemarin, 26 Agustus 2017, saya bersama istri dan anak-anak datang ke Karnaval Budaya Pesona Parahyangan. Saya memilih tempat yang strategis, di depan sebuah mal di Jalan Merdeka. Tentu supaya praktis, saya bisa melakukan hal lain di sana: makan, ke toilet, salat, dll. Sebagai warga kota, tentu saja saya dan keluarga tidak mau melewatkanContinue reading “Melihat Kerumunan”
Ngopi dan Menemukan
Ngopi Kopi, dalam beberapa tahun belakang, mendapat pamor yang luar biasa besar. Banyak orang kini berbondong-bondong menjadi penikmat, pembuat, ahli, pemerhati, penulis kopi, dan sebagainya. Apalagi semenjak cerita pendek karya Dewi Lestari dibuatkan jadi film, popularitas kopi di banyak kalangan semakin menanjak. Tentu ini sesuatu yang bagus. Bagi saya, kopi, tentu juga punya tempat tersendiri.Continue reading “Ngopi dan Menemukan”
